Risiko Kredit BRI Turun, Biaya Kredit Susut Jadi 3,1%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat perbaikan kualitas kredit pada semester I-2026. Rasio non-performing loan (NPL) turun dari 3,0% pada 2025 ke 2,9% pada 2026. Direktur Utama Hery Gunardi menyatakan penurunan ini mendorong cost of credit (CoC) BRI dari 3,4% menjadi 3,1%. Direktur Manajemen Risiko Ety Yuniarti menambahkan loan at risk (LAR) BRI turun signifikan ke 9,1% dalam enam bulan pertama 2026. Perbaikan ini mencerminkan efektivitas strategi manajemen risiko BRI melalui penguatan early warning system (EWS) dan optimalisasi proses recovery kredit.
Pertumbuhan kredit BRI mencapai Rp1.646 triliun pada semester I-2026, naik 16,2% secara tahunan. Meski pertumbuhan kredit kembali kuat, manajemen tetap menekankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran. Penurunan NPL, LAR, dan CoC menunjukkan kemampuan BRI mengelola risiko secara efisien meski menghadapi ekspansi kredit yang dinamis.
Strategi BRI dalam memperkuat sistem peringatan dini dan proses pemulihan kredit diharapkan dapat mempertahankan stabilitas kualitas aset di tengah pertumbuhan yang pesat. Direksi menegaskan komitmen untuk menyeimbangkan pertumbuhan dengan pengelolaan risiko yang bertanggung jawab.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 31 Agustus 2026 pukul 11.35
Laba bersih BRI naik 17,5 persen capai Rp31,2 T hingga TW-II 2026
Berita terkait
BRI jaga momen pertumbuhan kredit dengan kedepankan kehati-hatian
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 14.01
Hana Bank Bukukan Laba Bersih Rp360,76 Miliar di Semester I 2026
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 19.18
BRI Cetak Laba Bersih Rp31,2 Triliun di Semester I 2026, Melonjak 17,5%
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 10.48
BRImo Makin Ramai, Transaksi Melesat dan Dana Murah BRI Menguat
CNBC Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 10.30