Limbah Sasirangan Capai 250 Liter per Produksi, Kemenperin Olah hingga Bisa Dipakai Kembali
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Setiap proses produksi kain sasirangan di Sentra Sasirangan Timbaan, Tapin, Kalimantan Selatan, menghasilkan 250 liter limbah cair per produksi. Sebelum ada pengolahan, limbah hanya ditampung di sumur resapan 500 liter tanpa pengolahan. Kementerian Perindustrian memasang IPAL berkapasitas 3.500 liter melalui Program DAPATI untuk mengolah limbah pewarnaan. IPAL terdiri dari 7 bak pengolahan dengan teknologi elektrokoagulasi dan penyaringan menggunakan bahan lokal seperti ijuk, arang, dan sabut kelapa. Pengujian laboratorium menunjukkan penurunan signifikan: H2S 98,75%, minyak dan lemak 97,33%, fenol 91,66%, BOD 81,77%, COD 80,44%, TSS 40,74%. Hampir semua parameter memenuhi baku mutu Pemerintah, kecuali minyak dan lemak yang perlu dioptimalkan. Air hasil pengolahan 90% dapat dipakai kembali untuk pembersihan peralatan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 20.00
90 Persen Air Limbah IKM Sasirangan Bisa Dipakai Kembali Berkat Adanya IPAL
Berita terkait
BRI Ajak Relawan Memberdayakan Desa BRILiaN Sanur Kaja Bali
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 20.29
Tegas Tangani Karhutla, Polres OKU Timur Ringkus 6 Tersangka di Agustus 2026
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 19.55
Pram Mau Sulap Kolong LRT Jakarta Jadi Ruang Terbuka Hijau: Jangan Cuma Beton
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 16.47
Unicharm Indonesia Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Pantai Jaya Bahari Karawang
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 15.39