Loyalis Anies Bantah Data dari Hasan Nasbi yang Mengklaim Ekonomi Baik-Baik Saja karena Penjualan Mobil Naik
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Geisz Chalifah dan Loyalis Anies Baswedan membantah klaim Penasihat Khusus Presiden Hasan Nasbi yang menyatakan pertumbuhan penjualan mobil nasional sebesar 33,3 persen year-on-year. Mereka menilai angka tersebut tidak dapat menjadi satu-satunya indikator ekonomi kuat karena perlu mempertimbangkan low base effect dan tren penjualan selama beberapa tahun sebelumnya. Data GAIKINDO yang dikutip Geisz menunjukkan penjualan mobil wholesales mencapai 1.005.802 unit pada 2023, lalu turun 13,9 persen ke 865.723 unit pada 2024, dan kembali merosot 7,2 persen ke 803.687 unit pada 2025. Distribusi mobil dari pabrik ke dealer pada 2025 turun sekitar 20 persen dibandingkan 2023. Tren serupa terjadi pada penjualan ritel, yang mencapai 998.059 unit pada 2023, lalu turun menjadi 889.680 unit pada 2024, dan 833.692 unit pada 2025. Geisz menekankan bahwa pertumbuhan persentase setinggi apa pun tidak otomatis berarti pasar telah kembali ke kondisi normal, terutama jika dibandingkan dengan basis yang sebelumnya mengalami kontraksi. Pertanyaan kunci menurutnya adalah dari titik mana kenaikan itu terjadi dan sudah kembali ke level berapa. Pasar otomotif Indonesia sebelumnya berada di kisaran satu juta unit, sehingga kenaikan setelah dua tahun penurunan perlu dibedakan antara pemulihan pasar dan pertumbuhan yang menunjukkan ekonomi sudah kembali normal.
Bagikan
Berita terkait
Daihatsu Catat Pertumbuhan Penjualan hingga Juli 2026, Gran Max Teratas
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 13.33
Rumah yang Tidak Berlari, tetapi Tetap Bertumbuh
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 16.00
Makin Panas, AS Tambah Sanksi Ekonomi ke Kuba
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 16.00
Anies Baswedan Kasih Tips Hadapi Ekonomi Berat Jika Solusi Pemerintah 'Tak Jalan'
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 15.48