LPS Beberkan Rumus Kelola Gaji Generasi Muda
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5349280/original/047226900_1757918262-2a382ae5-7ce5-42aa-9447-93e8636268f9.jpg)
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengimbau generasi muda untuk mulai mengelola keuangan pribadi secara disiplin sebagai fondasi membangun kemandirian finansial dan mendukung visi Indonesia Emas 2045. Menurut Anggota Dewan Komisioner LPS Doddy Zulverdi, dua modal utama untuk mewujudkan visi tersebut adalah kualitas generasi muda dan ketahanan sistem keuangan, khususnya sektor perbankan. Ia menekankan bahwa anak muda tidak boleh hanya mengandalkan impian, tetapi harus dilengkapi dengan strategi matang agar target dapat terealisasi.
Doddy menyarankan agar generasi muda, termasuk mahasiswa, mulai merencanakan masa depan secara strategis, seperti memiliki gambaran jelas peran yang ingin diambil, baik sebagai wirausahawan, tenaga profesional, produsen, atau aparatur sipil negara. Namun, semua cita-cita tersebut harus didukung dengan kemampuan mengelola keuangan agar dapat mencapai financial independence.
Sebagai formula praktis, LPS menyarankan alokasi pendapatan sebesar 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk tabungan atau investasi, dan 20% untuk keinginan atau hiburan. Doddy menekankan pentingnya konsistensi dalam menabung dan merencanakan masa depan sejak dini.
Bagikan
Berita terkait
Duet Tiyo-Dhana Sosialisasikan Gagasan Berpikir Kepulauan untuk Indonesia Emas 2045
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 16.28
Archipelagic Thinking: Gagasan Baru Generasi Muda untuk Indonesia Emas 2045
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 16.17
Danpusterad: Kesadaran Bela Negara Generasi Muda Pondasi Indonesia Emas 2045
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 17.03
BNN Tekankan Resiliensi Generasi Muda Hadapi Ancaman Narkotika
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 15.20