Luhut: 77,6% Bansos di Banyuwangi Tak Tepat Sasaran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5095099/original/035419100_1736914807-Screenshot_20250115_094031_YouTube.jpg)
Uji coba digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) di Banyuwangi menunjukkan 77,6% bantuan tidak tepat sasaran. Temuan ini mendorong pemerintah mempercepat digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) guna memperbaiki akurasi data penerima yang bersifat dinamis, dengan target tingkat kesalahan turun hingga di bawah 10%.
Pemerintah kini mengembangkan sistem Perlinsos Digital berbasis Artificial Intelligence (AI) yang direncanakan rilis nasional pada Oktober-November 2026. Saat ini, piloting telah diperluas ke 215 kabupaten. Untuk mendukung efektivitas, pemerintah membuka pendaftaran Agen Perlinsos bagi masyarakat, TNI, Polri, hingga UMKM guna mempermudah verifikasi dan pengambilan bansos digital melalui pengenalan wajah (face recognition).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 10 September 2026 pukul 14.16
Luhut: 77,6 Persen Bansos Itu Tidak Tepat Sasaran
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 12.35
Luhut: Perlinsos Berbasis AI Meluncur Pertengahan Oktober
kumparan · 11 September 2026 pukul 05.00
Populer: Bansos Nontunai Sasar 50 Juta Orang; 77,6% Bantuan Salah Sasaran
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 22.37
Tahun Depan Skema Bansos Bakal Lebih Canggih, Termasuk Bisa Deteksi Transaksi Digital Penerima
Berita terkait
Luhut Targetkan Uji Coba Rekening Bansos Kuartal I 2027
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.51
Kemensos Dukung Uji Coba Digitalisasi Bansos di 258 Kabupaten/Kota
Detik.com · 10 September 2026 pukul 17.03
Luhut Sebut 50 Juta Warga Desil 1-5 Akan Terima Bansos Langsung ke Rekening
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 14.58
Digitalisasi Bansos Diluncurkan Oktober, Luhut: Hemat Anggaran Rp1.200 Triliun
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 14.49