Digitalisasi Bansos Diluncurkan Oktober, Luhut: Hemat Anggaran Rp1.200 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia mempercepat digitalisasi bantuan sosial (bansos) dengan target 80 persen proses selesai pada Oktober 2026. Sistem digitalisasi diluncurkan pada pekan ketiga Oktober 2026, menargetkan sekitar 50 juta penduduk miskin. Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pemerintah telah merancang sistem tersebut dan berharap sebagian besar proses sudah selesai pada tanggal peluncuran. Tantangan utama yang dihadapi adalah penataan data penerima berdasarkan desil. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah terus melakukan koordinasi agar persoalan dapat dikurangi sebelum sistem diluncurkan. Selain itu, pemerintah berencana membentuk Gerakan Nasional Perlinsos untuk memperkuat pengawasan dan meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan. Program ini diharapkan dapat mengurangi kasus masyarakat yang berhak menerima bantuan tetapi tidak mendapatkannya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 15.02
Luhut Ungkap Digitalisasi Bansos Nasional Diluncurkan Oktober 2026
Detik.com · 10 September 2026 pukul 14.46
Luhut Ungkap 50% Bansos Salah Sasaran, Sistem Digital Diluncurkan Oktober
kumparan · 10 September 2026 pukul 14.16
Luhut: 77,6 Persen Bansos Itu Tidak Tepat Sasaran
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 12.35
Luhut: Perlinsos Berbasis AI Meluncur Pertengahan Oktober
Berita terkait
Mulai 2027, Warga Bisa Daftar Bansos Mandiri Lewat Portal Perlinsos
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 16.30
Pemerintah Buka Pendaftaran Agen Perlinsos, Butuh 250.000 Orang
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 17.05
Luhut Bilang Skema Bansos Bakal Diubah, Penerima Dicek Pakai Biometrik
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 16.53
Luhut Pamer 3 Keunggulan AI Pemerintah yang Bakal Rilis Oktober 2026
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 04.45