Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Luhut: 77,6 Persen Bansos Itu Tidak Tepat Sasaran

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa 77,6 persen bantuan sosial (bansos) di Indonesia saat ini tidak tepat sasaran. Temuan ini muncul dari uji coba digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos) yang dilakukan pemerintah di Banyuwangi. Luhut menjelaskan bahwa data penerima bansos yang dinamis membuat sulit mencapai akurasi 100 persen, sehingga pemerintah menargetkan tingkat ketidaktepatan penyalahan di bawah 10 persen. Uji coba ini menjadi dasar untuk perbaikan sistem sebelum implementasi yang lebih luas.

Berdasarkan hasil uji coba di Banyuwangi, pemerintah berencana memperluas sistem digitalisasi perlinsos ke 215 daerah di seluruh Indonesia. Sistem ini akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu memperbarui dan memperbaiki data penerima bansos. Luhut menyampaikan bahwa kolaborasi melibatkan berbagai pihak termasuk Polri, TNI, dan masyarakat untuk memastikan keberhasilan program ini.

Digitalisasi perlinsos bertujuan untuk memastikan bantuan sosial sampai kepada penerima yang benar sesuai dengan kebutuhan. Dengan sistem yang lebih akurat, diharapkan efisiensi penggunaan anggaran negara dapat ditingkatkan dan dampak bantuan dapat lebih optimal bagi masyarakat yang membutuhkan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait