Luhut Kejar Hilirisasi Rumput Laut, Jangan Lagi Jual Bahan Mentah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511003/original/007007200_1771854566-382e1d04-4a6b-4604-985c-4b7115cf685e.jpeg)
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mendorong percepatan hilirisasi rumput laut di Indonesia agar tidak lagi menjual komoditas dalam bentuk bahan mentah. Luhut menekankan pentingnya pengembangan industri pengolahan, teknologi, riset, serta kerja sama dengan China untuk meningkatkan nilai ekonomi rumput laut. Ia menyamakan peluang ini dengan pengalaman awal dalam mengembangkan industri nikel, yang mengandalkan investasi dan transfer teknologi. Luhut juga mengapresiasi investasi China di Indonesia yang mencapai lebih dari US$70 miliar dalam satu dekade terakhir, serta mengusulkan kolaborasi dengan Universitas Tsinghua untuk membangun laboratorium bersama dan program penelitian. Dengan pendekatan yang lebih maju, Indonesia diharapkan dapat bergerak dari infrastruktur fisik menuju pengembangan manusia dan inovasi, sekaligus memperkuat ekosistem industri berbasis sumber daya lokal.
Bagikan
- hilirisasi rumput laut
- industri pengolahan
- kerja sama china-indonesia
- investasi china
- teknologi dan inovasi
Berita terkait
Ketika Impor Harus Menjadi Jalan Menuju Ekspor
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 17.55
Kadin: Ekspor RI masih memiliki prospek positif hingga akhir tahun
ANTARA News · 1 Oktober 2026 pukul 13.59
RI Mau Gandeng China Bangun Kereta di Kalimantan
Detik.com · 27 September 2026 pukul 21.45
Pemerintah Siapkan 10 Titik untuk Proyek Rusun yang Dibangun Investor China
kumparan · 16 September 2026 pukul 19.30