RI Mau Gandeng China Bangun Kereta di Kalimantan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia mempertimbangkan investasi China untuk membangun jaringan kereta api Trans-Kalimantan sepanjang 2.772 km. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan China dan Rusia telah menyatakan minat pada proyek tersebut. Trans Kalimantan diproyeksikan sebagai bagian dari rencana ekspansi hingga 2045, menghubungkan berbagai daerah di Kalimantan sekaligus mendukung pembangunan Nusantara, ibu kota baru Indonesia yang belum memiliki jaringan kereta api umum. Proyek ini dipercepat setelah Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang. Investasi China kini lebih selektif pasca kegagalan proyek metro bawah tanah Bali senilai US$ 20 miliar dan tekanan keuangan pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Analis menilai China mampu menawarkan ekosistem lengkap termasuk pembiayaan, teknologi, dan personel berpengalaman.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 16.27
KRL KAI Berusia 40 Tahun, 23 Kereta Bekas dari Jepang Disiapkan
Berita terkait
China dan Rusia Berminat Bangun Kereta Trans Kalimantan
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 20.00
Sempat Ditolak, Rencana Impor KRL Bekas Jepang Jalan Lagi
Detik.com · 27 September 2026 pukul 17.30
Usulan Impor KRL Bekas Jepang demi Penuhi Kebutuhan Penumpang
Detik.com · 27 September 2026 pukul 06.34
Bos KAI Jawab Keluhan soal AC KRL Tak Dingin
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 19.53