Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Luhut Kenang Perjuangan Hilirisasi Nikel dengan Bahlil: Kami Dicibir

Luhut Binsar Pandjaitan dan Bahlil Lahadalia mengenang masa-masa awal kebijakan larangan ekspor bijih nikel yang mereka kawal. Saat itu, pemerintah mendapat cibiran, tekanan internasional, dan gugatan dari WTO. Bahlil tetap bersikeras mempertahankan kebijakan tersebut meski banyak yang meragukan kemampuan Indonesia.

Kebijakan itu kini membuahkan hasil. Nilai ekspor produk nikel dan turunannya melonjak signifikan. Daerah seperti Morowali dan Halmahera Tengah yang sebelumnya nyaris tak tercatat kini mencetak pertumbuhan dua digit dan masuk rantai pasok industri global. Pihak-pihak yang dulu menertawakan kini justru antre untuk menanamkan modal di sektor nikel Indonesia.

Bahlil juga berbagi pengalaman saat menjadi Kepala BKPM dan dibimbing Luhut dalam negosiasi investasi. Ia pernah diminta Presiden Jokowi dan Luhut mengapa 32 perusahaan yang merelokasi pabrik dari China ke Vietnam tidak masuk Indonesia. Temuannya: harga tanah industri Vietnam Rp600 ribu, sedangkan Indonesia Rp2 juta. Hal ini mendorong pembangunan Kawasan Industri Terpadu Batang dengan harga tanah kompetitif Rp600 ribu. Bahlil menegaskan master plan tersebut dibuat oleh tim Kementerian Investasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait