Luhut Minta TNI/Polri Blusukan Mendata Masyarakat Layak Terima Bansos
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9361778/original/015036000_1790747356-1000458248.jpg)
Kementerian Sosial bersama Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) meminta TNI/Polri turun ke lapangan untuk melakukan blusukan dan memverifikasi data masyarakat yang layak menerima bantuan sosial (bansos). Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan semua pihak termasuk babinsa, bhabinkamtibmas, TNI/Polri, hingga aparatur desa diminta menjadi agen pengumpul data guna menjangkau masyarakat di daerah terpencil yang sulit dicapai oleh teknologi. Tujuannya adalah mengumpulkan data akurat penerima bansos hingga akhir 2026. Mulai 2027, pendaftaran calon penerima PKH dan BPNT harus melalui Perlinsos Digital. Pemerintah juga berencana melakukan uji coba penyaluran bansos tunai pada kuartal I-II 2027 dengan skema transfer tunai menggunakan kupon yang tidak boleh digunakan untuk judol atau minuman keras. Nominal bantuan diperkirakan Rp 5,4 juta per keluarga, tergantung keputusan Presiden.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 14.05
Pemerintah Kocok Ulang Penerima Bansos, Ini Cara Daftar Secara Mandiri
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 12.38
Registrasi Bansos Digital untuk 2027 Dimulai, Luhut: Pemerintah Kerahkan Seluruh Kekuatan
Berita terkait
Luhut dan Gus Ipul Minta TNI-Polri dan Pemda Dukung Program Digitalisasi Bansos
kumparan · 18 September 2026 pukul 21.30
Luhut Cari 500 Ribu Agen Buat Kebut Pengumpulan Data Penerima Bansos
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 14.05
Pemerintah Buka Registrasi Ulang Bansos, Simak Batas Waktunya
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 13.50
Peringati HUT ke-81 TNI, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai-Kapolda Riau Ziarah TMP
Detik.com · 28 September 2026 pukul 11.17