Makin Bengkak, Rugi Pemegang Saham Whoosh Tembus Rp 5,13 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kerugian proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh yang dioperasikan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus membengkak. Berdasarkan laporan keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) per Juni 2026, pemegang saham langsung KCIC yaitu PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) mencatat kerugian bersih Rp5,13 triliun dalam enam bulan pertama tahun ini, melampaui total kerugian sepanjang 2025 yang mencapai Rp4,99 triliun. Kondisi PSBI memburuk tajam: total liabilitasnya (Rp21,55 triliun) kini melampaui total asetnya (Rp21,53 triliun), yang berarti secara teknis PSBI sudah negative equity.
Dampaknya terhadap KAI sangat signifikan. Sebagai pemegang saham mayoritas PSBI dengan kepemilikan 58,53%, laba bersih konsolidasian KAI anjlok 73% menjadi hanya Rp314 miliar, meskipun bisnis inti perkeretaapian KAI justru tumbuh solid dengan pendapatan angkutan naik 6,7%. Nilai tercatat investasi KAI di PSBI terpangkas dari Rp4,79 triliun menjadi Rp1,79 triliun. Total eksposur KAI terhadap ekosistem Whoosh/PSBI diperkirakan mencapai sekitar Rp11,7 triliun atau 11% dari total asetnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 21.52
Bos Danantara Akui Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh Bebani BUMN
Berita terkait
Kata-Kata Bos Danantara Soal Utang Whoosh, Singgung PT Pos dan BUMN Ini
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 20.35
Kepala BP BUMN Sambangi Kantor Purbaya, Bahas Pemangkasan BUMN-Utang Whoosh
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 14.32
HUT RI ke-81, Askrindo Wujudkan Solidaritas Kemanusiaan di Flores NTT
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 20.08
Serap 2,09 Juta Ton TBS, PTPN IV PalmCo Dorong Sawit Rakyat Naik Kelas
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 19.10