Malaysia Rayu Maskapai Lokal-Batik Air Caplok Pasar AirAsia, Ada Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Malaysia sedah membicarakan kemungkinan mengambil alih pangsa pasar domestik AirAsia bersama Malaysia Airlines dan Batik Air jika kondisi keuangan maskapai itu memburuk. Diskusi melibatkan Kementerian Keuangan Malaysia dan Malaysia Airports Holdings Berhad. AirAsia menguasai 40% pasar penerbangan Malaysia dan 60% domestik. Kehawatangan meningkat akibat lonjakan biaya bahan bakar jet 66% pada KQ2, mencapai US$183 per barel. AirAsia menolak komentar spekulasi, menyatakan akan mengungkapkan informasi resmi melalui bursa. Pada 30 Juni, AirAsia memiliki kewajiban lancar 18,4 miliar ringgit (US$4,5 miliar) dan utang 500 juta ringgit kepada MAHB. Maskapai sedang mencari pendanaan baru US$1 miliar dari pasar utang internasional serta kredit lokal 700 juta ringgit untuk restrukturisasi utang.
Bagikan
Berita terkait
Rugi Air Asia Bengkak Jadi Rp 1,45 T Semester I-2026, Kenapa?
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 08.44
Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan, Ini Biaya yang Bikin Maskapai Boncos
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 21.20
19 Penerbangan Batam-Jakarta Batal, 2.462 Penumpang Terdampak
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 19.30
Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, AirAsia Beri Pilihan ke Penumpang
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 15.23