Marak Penipuan Investasi di Korsel, Nama Gubernur Bank Sentral Dicatut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9359684/original/092842600_1790570619-WhatsApp_Image_2026-09-28_at_11.41.58.jpeg)
Penipuan investasi marak terjadi di Korea Selatan dengan modus pencatutan nama pejabat tinggi, termasuk Gubernur Bank of Korea, Chairman Shinhan Financial Group, dan Gubernur Financial Supervisory Service (FSS). Pelaku menggunakan akun palsu di platform Threads dan Instagram untuk menjebak investor ritel masuk ke grup obrolan ilegal yang menjanjikan rekomendasi saham menguntungkan atau penggalangan dana palsu.
Para korban diminta menyerahkan data pribadi atau mentransfer uang melalui aplikasi pembayaran. Data FSS menunjukkan kerugian finansial yang sangat besar, mencapai 181,7 miliar won (sekitar Rp 2,4 triliun) dari 6.769 kasus pada tiga bulan pertama tahun 2026. Tren ini melanjutkan kerugian tahun 2025 yang mencapai 391,6 miliar won (sekitar Rp 5,18 triliun) dari 11.468 kasus.
Bagikan
Berita terkait
OJK Buka Keran Investasi Dana Pensiun ke Luar Negeri, Ini Syaratnya
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 20.35
Kerugian Scam Tembus Rp9,1 Triliun, Pemerintah Dorong Blacklist Terpadu
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 20.21
Dorong Pengembangan Bisnis Etiqa di RI, Ini Jurus Maybank Indonesia
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 19.04
Kredit BRI Tembus Rp1.446 Triliun, tapi Laba Cuma Naik 6,63%
Warta Ekonomi · 28 September 2026 pukul 18.29