Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

Maruarar Mau Pakai Teknologi China untuk Bangun Rusun di Indonesia

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait membuka peluang kolaborasi dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk transfer teknologi pembangunan rumah susun (rusun) di kawasan padat penduduk Indonesia. Pertemuan ini dilakukan dengan Duta Besar RRT untuk Indonesia, Wang Lutong, di Jakarta pada 9 September 2026, sebagai tindak lanjut kerja sama perumahan yang dibahas dua bulan sebelumnya. Teknologi dari China tidak akan diterapkan langsung, melainkan akan disesuaikan dengan kondisi lahan dan regulasi setempat setelah pihak China melakukan studi terlebih dahulu.

Kerja sama ini dilakukan dengan prinsip saling percaya dan saling menguntungkan. Pemerintah menekankan penggunaan produk dalam negeri dan tenaga kerja Indonesia bila memenuhi kualifikasi. Kementerian PKP dan pihak China akan membentuk tim gabungan yang melibatkan tiga unit kerja, yaitu Direktorat Jenderal Tata Kelola dan Pengendalian Risiko, Direktorat Jenderat Perumahan Perkotaan, dan Komisioner BP Tapera. Tim akan melakukan survei lahan dan membahas regulasi, teknologi, serta skema pelaksanaan.

Hasil dari kerja sama tim bersama ditargetkan disampaikan kepada Menteri PKP dan Dubes RRT pada akhir September 2026. Dubes Wang Lutong menyatakan komitmen kuat RRT untuk memperkuat kerja sama di sektor perumahan guna mendukung penyediaan hunian yang aman, layak, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait