Rombongan Taipan China Mau Serbu Gedung Putih, Ada Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden China Xi Jinping akan mengundang sejumlah petinggi raksasa teknologi asal negerinya untuk menyertai kunjungan ke Washington pada 24 September 2025. Langkah ini dianggap tidak biasa mengingat hubungan ekonomi antara China dan AS sempat tegang sejak 2020 akibat regulasi ketat di sektor domestik China dan sikap skeptis AS terhadap investasi asing. Rombongan ini diharapkan memberi sinyal pemulihan kerja sama ekonomi dan komersial antara kedua negara. Namun, ekspektasi terhadap kesepakatan konkret di pertemuan KTT ini dianggap moderat karena iklim investasi AS yang menantang bagi perusahaan China. Washington sebelumnya menjatuhkan tarif impor 100% untuk kendaraan listrik China, melarang impor drone dan router, hingga mendivestasi operasi TikTok. Banyak perusahaan teknologi China juga masuk dalam daftar hitam keamanan nasional AS. Pertemuan ini terakhir dilakukan pada 2015 ketika Xi memboyong para mogul seperti Jack Ma dan Pony Ma, sementara Donald Trump dikenal sering mengajak eksekutif AS seperti Elon Musk saat ke Beijing. Fokus perundingan KTT akan pada lisensi ekspor tanah jarang dan kerja sama di sektor perdagangan.
Bagikan
Berita terkait
China Tegaskan Kerja Samanya dengan Iran Patuhi Hukum Internasional
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 17.27
China Balas Dendam, Respons Amerika Tidak Terduga
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.15
China Balas Amerika, Respons Anak Buah Trump Tidak Terduga
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.15
China Balas Dendam Makin Kejam, Amerika Sekarang Kena Batunya
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 12.35