Maruarar Tak Masalah Swasta Ikut Bantu Program 3 Juta Rumah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315673/original/004185900_1785850263-Menteri_PKP__Maruarar_Sirait-4_Agustus_2026c.jpeg)
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Menteri PKP) Maruarar Sirait menyatakan keterlibatan pihak swasta dalam program 3 juta rumah tidak masalah dan dapat mempercepat program pemerintah. Ia menekankan prinsip gotong royong, di mana pihak berkecukupan membantu yang membutuhkan. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak memberikan catatan negatif terkait hibah swasta, yang menurut Maruarar adalah hal positif.
Kementerian PKP memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK untuk laporan keuangan tahun 2025. BPK merekomendasikan peningkatan transparansi dan pemberantasan korupsi. Maruarar menegaskan pentingnya dampak program bagi masyarakat, dengan contoh program bedah rumah yang meningkat dari 45 ribu rumah pada 2025 menjadi 400 ribu rumah tahun ini.
Anggaran Kementerian PKP sebesar Rp12,5 triliun sebagian besar dialokasikan untuk program dampak langsung, termasuk Rp2 triliun untuk hunian tetap korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta Rp8,3 triliun untuk bedah rumah. Biaya administrasi seperti gaji dan perjalanan dinas kurang dari 8 persen, menunjukkan anggaran yang pro-rakyat.
Bagikan
Berita terkait
Menteri Ara Butuh Anggaran Rp 106 T di 2027, Baru Disetujui Rp 11,77 T
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.07
Anggaran Perumahan Terbatas, Maruarar Ungkap Sokongan Dana Rp180 Triliun di Luar APBN
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 19.58
Tomsi Tohir: Pemeriksaan BPK Momentum Kemendagri Evaluasi Anggaran dan Aset
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 13.30
Pemerintah Cuma Bangun 3 Tower Rusun Tahun Depan, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 3 September 2026 pukul 18.40