MBS Dua Kali Telepon Trump, Desak Serang Houthi di Yaman tapi Ditolak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) Arab Saudi menelepon Presiden AS Donald Trump dua kali pada Kamis (10/9) untuk meminta serangan militer terhadap Houthi di Yaman. Trump menolak permintaan tersebut karena menginginkan fokus tetap pada Iran dan laut Hormus. CENTCOM memerintahkan pasukan Amerika tetap tidak terlibat langsung dalam konflik Yaman. Sementara itu, Houthi kembali menyerang pasukan Yaman dan Saudi setelah gencarnya konflik sejak Juli 2026, termasuk blokade maritim di Laut Merah. Saudi berupaya membentuk koalisi internasional untuk melindungi pelayaran di Laut Merah. Konflik Yaman menjadi semakin rumit dengan serangan balasan Houthi terhadap target Saudi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 11 September 2026 pukul 17.13
Konflik Yaman Memanas, Houthi Rebut Kota Pelabuhan Mokha
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 16.32
Produksi Minyak Arab Saudi Anjlok ke Tingkat Terendah Sejak 1990
Detik.com · 11 September 2026 pukul 14.03
Diminta Putra Mahkota Arab Saudi untuk Serang Houthi, Trump Menolak!
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 06.24
Houthi Kuasai Kota Pelabuhan Strategis Mokha, Makin Dekat ke Selat Bab al-Mandab
Berita terkait
Arab Saudi Ancam Konsekuensi Besar Usai Serangan Houthi
Detik.com · 9 September 2026 pukul 09.52
Pasukan Pro-Saudi Siap Rebut Ibu Kota Yaman yang Dikuasai Houthi, Ini 5 Faktanya
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 01.10
Perang Saudara Berkecamuk di Negeri Para Habib, 189 Orang Tewas
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 08.58
Pasukan Yaman yang Didukung Arab Saudi Kehilangan Sejumlah Wilayah saat Lawan Houthi
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 17.23