Produksi Minyak Arab Saudi Anjlok ke Tingkat Terendah Sejak 1990
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Produksi minyak Arab Saudi turun menjadi 6,238 juta barel per hari pada Agustus 2026, tingkat terendah sejak 1990. Penurunan 1,9 juta barel per hari akibat konflik di Timur Tengah yang menghambat ekspor. Konflik AS-Iran di Selat Hormuz dan serangan Houthi di Yaman menyebabkan gangguan pada dua jalur ekspor utama. Houthi juga menargetkan infrastruktur energi Saudi dengan rudal dan drone, memicu kebakaran instalasi minyak. Kemungkinan kerusakan signifikan belum diklaraskan pemerintah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 11 September 2026 pukul 17.13
Konflik Yaman Memanas, Houthi Rebut Kota Pelabuhan Mokha
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 16.52
MBS Dua Kali Telepon Trump, Desak Serang Houthi di Yaman tapi Ditolak
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 09.40
Harga Minyak Dunia Anteng di Atas US$100 Hari Ini, Rekor dalam 4 Bulan
JawaPos · 11 September 2026 pukul 07.45
Minyak Brent Meroket ke USD 108, Konflik Iran Terus Tekan Pasokan Global
Berita terkait
Harga Minyak Naik Tajam setelah Fasilitas Saudi Aramco Diserang Houthi
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 18.00
Arab Saudi Ancam Konsekuensi Besar Usai Serangan Houthi
Detik.com · 9 September 2026 pukul 09.52
Pasukan Pro-Saudi Siap Rebut Ibu Kota Yaman yang Dikuasai Houthi, Ini 5 Faktanya
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 01.10
Pasukan Yaman yang Didukung Arab Saudi Kehilangan Sejumlah Wilayah saat Lawan Houthi
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 17.23