Megawati: Indonesia Sedang Sedih, Ada Gempa dan Banjir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri menyoroti dampak perubahan iklim di Indonesia melalui pertemuan dengan Presiden Timor Leste José Ramos-Horta dan ilmuwan di Jakarta pada Jumat (28/8/2026). Ia melaporkan pencairan es di Puncak Jaya, Papua, yang sebelumnya penuh salju, kini mengurangi drastis. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengirim tim untuk memantau, dengan proyeksi pencairan es dapat selesai dalam 3 tahun ke depan. Megawati juga menyebut bencana gempa dan banjir meninggalkan Indonesia dalam 'kesedihan', sekaligus menyoroti anomali turunnya salju di Papua sebagai dampak iklim yang mengancam keanekaragaman hayati serta kehidupan manusia. Ia menekankan peran ilmuwan dalam menangani perubahan iklim dan tantangan pangan yang terkait dengan geopolitik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 14.51
Megawati Sebut Gempa, Banjir hingga Salju di Papua Anomali yang Harus Diperhatikan
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 13.21
Danau Lumpur Terancam Meluap, Nepal-China Ingatkan Risiko Banjir Susulan
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 12.45
Gambaran Kronologi Banjir Nepal: Es Raksasa Jatuh Bikin "Gempa" M5,2
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 11.10
Nepal Banjir Bandang, Ahli Warning Bom Air dari China Tunggu Meledak
Berita terkait
Cuaca Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari Ini
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 07.43
BMKG Catat Sebanyak 3.002 Gempa Susulan di NTT
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 02.00
BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan Terjadi di NTT, Grafik Masih Fluktuatif
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 09.02
China Digempur Cuaca Ekstrem, Xi Jinping Soroti Mitigasi Bencana
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 05.00