Nepal Banjir Bandang, Ahli Warning Bom Air dari China Tunggu Meledak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banjir bandang di Nepal pada Rabu (26/8/2026) menimbulkan korban jiwa puluhan orang dan ribuan yang dinyatakan hilang. Bencana dipicu gempa bumi berkekuatan 4,4 magnitudo di perbatasan Tibet-Nepal yang memicu longsoran es dan batu di Sungai Bhote Koshi dan Trishuli. Air meluap menghancurkan desa, jembatan, dan pusat listrik tenaga air di beberapa distrik. Para ahli geostrategi seperti Brahma Chellaney memperingatkan bahwa rencana pembangunan Bendungan Medog di Sungai Yarlung Tsangpo, Tibet, yang berkapasitas 60.000 MW, berada di atas jalur patahan aktif Paizhen. Jika bendungan besar ini meledak akibat gempa, dampaknya dapat menenggelamkan wilayah timur laut India hingga Bangladesh. Pemerintah China sendiri telah mengakui risiko struktural bendungan tersebut. Pihak berwenang Nepal mengeluarkan peringatan bahwa bahaya masih berlanjut dengan danau yang terbentuk masih dapat meluap secara tiba-tiba.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 07.58
Banjir Bandang Nepal: Ratusan Tewas, Operasi Pencarian Berlanjut
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 03.40
Update Banjir Bandang Dahsyat di Nepal: 157 Jenazah Ditemukan
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 11.22
Kemenlu: Tak Ada WNI Jadi Korban Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-Tiongkok
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.46
558 Orang Masih Hilang Usai Banjir Bandang Dahsyat di Nepal
Berita terkait
Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi 'Bom Air' dari Proyek China
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.15
Kemlu: 45 WNI Berada di Nepal, Belum Ada yang Dilaporkan Terdampak Banjir
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 10.07
Lonjakan Air 9 Meter dalam 30 Menit, Longsoran Es Picu Banjir Bandang Nepal
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 09.28
Pemulihan Pascabencana Gempa Bumi, Kementerian ESDM Kirim 48 Genset untuk Fasilitas Kesehatan di NTT
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 08.14