Melonjak 80 Persen, Ekspor Minyak Arab Saudi Capai Level Tertinggi Sejak Perang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2911571/original/043598100_1568521599-Ilustrasi_fasilitas_minyak_Aramco_Arab_Saudi__Creative_Commons_Pixabay_.jpg)
Ekspor minyak mentah Arab Saudi melonjak 80 persen pada September 2026 menjadi 6 juta barel per hari (bpd), level tertinggi sejak perang AS-Iran. Lonjakan ini terjadi meski telah terjadi eskalasi konflik dengan militan Iran. Peningkatan diakibatkan gangguan jalur pipa East-West yang ditutup akibat serangan drone Irak pada 10 September, sehingga Riyadh mengalihkan ekspor melalui Selat Hormuz. Perusahaan intelijen Kpler menyatakan hal ini menunjukkan kepercayaan Arab Saudi terhadap jalur maritim yang lebih aman di pesisir Oman berkat keputusan AS. Harga minyak Brent melambung hampar US$ 110 per barel namun kembali turun seiring keyakinan investor. Ekspor melalui Selat Hormuz masih belum pulih total, hanya 13,2 juta bpd dibanding normal 17 juta bpd.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 26 September 2026 pukul 15.38
Ekspor Minyak Arab Saudi Tembus 6 Juta Barel/Hari Meski Diserang Houthi
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Turun Didorong Pulihnya Pasokan Arab Saudi
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 10.07
Harga Minyak Turun 1% Usai Pasokan Arab Saudi Kembali Meningkat
kumparan · 23 September 2026 pukul 09.33
Arab Saudi Mulai Aktifkan Lagi Pipa Minyak, Target Ekspor Akhir Pekan
kumparan · 23 September 2026 pukul 07.18
Harga Minyak Dunia Turun ke US$103,06 usai Ekspor Arab Saudi Pulih
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 10.29