Jakarta · Selasa, 15 September 2026Cari
WargaKonoha

Membaca Keberlanjutan Fiskal dari Sri Mulyani, Purbaya, hingga Suahasil

Presiden Prabowo Subianto melakukan dua kali penyegaran Menteri Keuangan dalam kurun 2025-2026. Pertama, Sri Mulyani Indrawati digantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada 8 September 2025 setelah menjabat selama 10 bulan 18 hari. Kemudian, Purbaya digantikan Suahasil pada 14 September 2026 setelah menjabat selama 12 bulan 6 hari. Masing-masing pergantian mencerminkan penyesuaian strategi fiskal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Sri Mulyani fokus pada konsolidasi fiskal dan kredibilitas APBN. Pada akhir masa jabatannya (31 Agustus 2025), defisit APBN mencapai Rp321,6 triliun atau 1,35% dari PDB, dengan pertumbuhan ekonomi tetap di kisaran 5%. Ia mendukung program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat.

Purbaya menekankan agresi pertumbuhan dengan memindahkan dana SAL ke bank milik negara. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61% pada kuartal I 2026, tertinggi dalam 13 tahun. Defisit turun menjadi 0,91% PDB (Rp235,6 triliun) per Juli 2026. Pemerintah juga berkomitmen tidak menaikkan harga BBM bersubsidi hingga akhir 2026.

Suahasil dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026 dengan pengalaman sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 2019. Ia diharapkan menyeimbangkan antara kredibilitas APBN dan dukungan pertumbuhan ekonomi menuju target 8% pada 2029.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait