Menanti Inklusifitas Angka Pertumbuhan Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal II 2026 sebesar 5,29%, turun dari 5,61% pada kuartal sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh lima lapangan usaha: industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, dan pertambangan, yang secara bersama-sama menyumbang 63,73% dari total PDB. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Edy Mahmud, menjelaskan kontribusi signifikan kelima sektor tersebut terhadap perekonomian nasional.
Bendahara Negara Purbaya Yudhi Sadewa menilai pertumbuhan 5,29% cukup baik mengingat tekanan geopolitik dan ketidakpastian harga minyak dunia yang mengganggu ekspor. Pada April hingga Juni 2026, harga minyak yang tinggi akibat konflik di Timur Tengah berdampak negatif pada performa ekspor nasional. Meski demikian, pemerintah tetap berupaya mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi global yang tidak menentu.
BPS juga mengungkapkan penurunan jumlah penduduk miskin hingga 22,93 juta orang (8,07% dari total penduduk) per Maret 2026, turun 430 ribu orang dibanding September 2025. Penurunan terdalam terjadi di Pulau Jawa, yakni sebesar 0,21%. Namun, meski pertumbuhan ekonomi tercatat positif, masih terlihat ketimpangan sosial yang signifikan, seperti PHK dan dominasi sektor kerja informal di kalangan masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 14.08
Harga Pangan 8 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp 59.650 per Kg
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 08.30
Tren Kemiskinan Nasional 8,07 Persen, DIY Catat Penurunan Tertinggi di Pulau Jawa
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 16.03
Video: Mencari Pengganti Perry Warjiyo, DPR Sebut Kriteria Gubernur BI
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 18.40
Airlangga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% Meski Tanpa Efek Lebaran
Berita terkait
2 Tahun Kepemimpinan Prabowo, Ketum Logis 08 Beberkan Capaian Bidang Ekonomi dan Penegakan Hukum
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 18.05
Harga Minyak Dunia Meroket Lagi usai Trump Tolak Mentah-mentah Proposal Damai Iran
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 11.51
Top 3: Meneropong Arah Rupiah di Tengah Sentimen Geopolitik
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 06.31
Tertekan Harga Bahan Pokok, Angka Kemiskinan Argentina Melonjak Tajam
kumparan · 27 September 2026 pukul 20.00