Top 3: Meneropong Arah Rupiah di Tengah Sentimen Geopolitik
Liputan6.com± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5702050/original/004842100_1778582833-2.jpg)
Rupiah diprediksi melemah ke kisaran Rp 18.150-Rp 18.200 per USD pada pekan depan. Faktor utama: penguatan indeks dolar AS (100,10-102,20) dan tekanan geopolitik global. Harga minyak WTI diperkirakan tinggi (US$ 87,60-US$ 100,10 per barel) menambah beban terhadap rupiah. Jika tekanan mereda, rupiah masih berpotensi menguat hingga Rp 17.800 per USD.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 28 September 2026 pukul 05.00
Populer: Harga Minyak Mentah Anjlok; 6 Perusahaan Antre IPO
kumparan · 27 September 2026 pukul 12.02
Harga Minyak Mentah Anjlok 2 Persen Usai Sinyal Kesepakatan AS-Iran
JawaPos · 27 September 2026 pukul 10.45
Rupiah Diprediksi Melemah Tembus Rp 18.000 Pekan Ini, Dolar AS Masih Menguat
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 22.13
Ketidakpuasan Publik Dalam Narasi Besar Perubahan Struktural
Berita terkait
Prediksi Rupiah Pekan Ini: Dolar AS Menguat, Rupiah Berpotensi Melemah
JawaPos · 13 September 2026 pukul 09.45
Rupiah Lemas Sambut Akhir Pekan di Posisi Rp17.903 per Dolar AS
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 17.53
BI: Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kekhawatiran tensi geopolitik
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 15.58
Rupiah Dibuka Melemah, Dibayangi Konflik Timur Tengah
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 09.15