Mencari Sebab PHK Masih Terjadi di RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia mengklaim pertumbuhan ekonomi tetap kuat di 5,61 persen pada kuartal I-2026, melebihi proyeksi lembaga internasional dan di atas rata-rata ASEAN. Indikator seperti inflasi terkendali sekitar 3 persen dan indeks keyakinan konsumen di atas 100 dianggap menunjukkan perekonomian positif. Namun, di tengah klaim ini, pemutusan hubungan kerja (PHK) terus meningkat. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 32.389 PHK pada Januari-Juni 2026, dengan Jawa Barat sebagai provinsi terbanyak, yaitu 6.727 orang. Data dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menunjukkan 126 ribu buruh mengalami PHK dari Januari hingga Mei 2026 berdasarkan BPJS Ketenagakerjaan.
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies, Nailul Huda, menilai terdapat ketidaksesuaian antara data makroekonomi dan kondisi riil masyarakat. Ia berpendapat bahwa jika ekonomi benar-benar tumbuh kuat, seharusnya lapangan kerja lebih mudah didapat dan PHK tidak banyak terjadi. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa PHK harus dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan penciptaan lapangan kerja baru. Menurutnya, tingkat pengangguran yang turun menunjukkan bahwa jumlah pekerjaan baru lebih banyak dibanding yang hilang. Pemerintah terus memantau dan memberikan stimulus untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 07.19
RAAM Cetak Laba Operasional di Semester I 2026, Perkuat Fondasi Pertumbuhan Berkelanjutan
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 17.54
Prabowo: Semua Negara yang Gagal, Elitenya Ribut Terus
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 16.15
Data Terbaru: Total Koperasi Desa Merah Putih 83.382, Transaksi Rp 157,9 Miliar
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 07.57
Dorong Ekonomi Sektor Perumahan, BTN Sediakan KPR Terjangkau
Berita terkait
Usai Pidato Prabowo, Tamsil Linrung Sebut Ekonomi Masih Punya Harapan
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.06
Prabowo: Indikator Ekonomi RI Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Global
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 19.32
Airlangga Ungkap Arah Kebijakan Ekonomi 2027: Bursa Mineral-PFII
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 17.51
Pakar: Penguatan industri-investasi pacu pertumbuhan ekonomi 6 persen
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 15.28