Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mendag Bantah Gerai Ritel Tutup Gara-gara Daya Beli Lesu

Menteri Perdagangan Budi Santoso membantah klaim bahwa penutupan gerai ritel modern disebabkan melemahnya daya beli masyarakat. Menurutnya, sebagian besar penutupan terjadi karena perubahan konsep bisnis yang disesuaikan dengan perilaku konsumen baru. Contohnunya, Hypermart berubah menjadi supermarket. Pemerintah berkoordinasi dengan Hippindo dan APPBI, dan industri ritel justru masih berkembang dengan investasi baru masuk, baik dari dalam negeri maupun asing, terutama dari China.

Budi menjelaskan bahwa toko-toko dan mal harus menyesuaikan diri dengan selera konsumen yang terus berkembang. Investasi ritel modern semakin besar dan bisa menggantikan toko yang tidak adaptif. Pemerintah juga aktif mendorong konsumsi melalui program belanja nasional seperti Indonesia Shopping Festival (7-23 Agustus), Bina Happy Birthday Indonesia, dan Merdeka Madness. Program ini bertujuan menjaga konsumsi rumah tangga sebagai penopang pertumbuhan ekonomi.

Isu daya beli kembali menjadi sorotan setelah kabar penutupan gerai ritel dan rencana penutupan H&M di Indonesia. H&M dikabarkan menutup sebagian gerainya sebagai bagian dari strategi bisnis global perusahaan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait