Ekonomi Tumbuh 5,29%, Capaian Positif di Tengah Gejolak Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 5,29% (year-on-year) pada kuartal II-2026, lebih tinggi dibandingkan periode sama 2025 yang sebesar 5,12%. Capaian ini sesuai proyeksi dan menunjukkan ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global yang masih berlangsung.
Ekonom Senior Prasasti Center Piter Abdullah menyebut pertumbuhan didorong oleh investasi yang sangat kuat, peningkatan konsumsi rumah tangga, serta berbagai kebijakan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong aktivitas ekonomi. Ia mencontohkan perang di Timur Tengah dan konflik Rusia-Ukraina yang masih terjadi meski intensitasnya mulai berkurang.
Piter meyakini perekonomian Indonesia tetap kuat dan tangguh hingga akhir 2026. Ketegangan global yang sudah berkecenderungan mereda dianggap mulai menjadi hal biasa. Dengan kebijakan yang tepat, Indonesia diperkirakan mampu terus tumbuh meski kondisi dunia masih penuh ketidakpastian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 15.28
BPS: Ekonomi Indonesia Semester I-2026 Tumbuh Lebih Cepat dari Tahun 2025
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 07.55
BPS: Ekonomi Tumbuh 5,29%, Penduduk Miskin Turun Jadi 22,93 Juta Orang
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 07.30
Membaca Arah Ekonomi RI usai Melaju 5,29 Persen di Kuartal II 2026
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 21.19
Mendag Bantah Gerai Ritel Tutup Gara-gara Daya Beli Lesu
Berita terkait
Pakar: Penguatan industri-investasi pacu pertumbuhan ekonomi 6 persen
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 15.28
BI Proyeksi Ekonomi RI Bisa Tumbuh hingga 5,7% di 2026
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 09.34
Refleksi HUT ke-81 RI: Kelas Menengah Jungkir Balik Pikul Beban Berat
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 11.17
Pemerintah Patok Target Investasi Rp 13.032 Triliun hingga 2029, Melonjak 43 Persen
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 18.02