Ekonom Bagi Jurus Ekonomi Tembus 8%, Jaga Konsumsi-Dorong Manufaktur
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonomi Indonesia berpotensi tumbuh hingga 8 persen asalkan konsumsi rumah tangga tetap kuat dan sektor manufaktur terus berkembang. Menurut Ekonom UOB untuk Asean, Enrico Tanuwidjaja, konsumsi rumah tangga—terutama dari kelas menengah—menyumbang sekitar 55 persen dari PDB meskipun hanya merepresentasikan 25-30 persen penduduk. Pertumbuhan ekonomi RI mencapai 5,61 persen (yoy) pada kuartal I 2026 dan 5,29 persen (yoy) pada kuartal II 2026, dengan konsumsi pemerintah menjadi pendorong utama. Namun, konsumsi fiskal yang tumbuh 21,81 persen (yoy) pada kuartal pertama tidak dianggap berkelanjutan karena batasan defisit APBN sebesar 3 persen dari PDB.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 12.53
Hari Jadi ke-81 Jateng: Ekonomi Makin Gemilang, Angka Kemiskinan Terus Berkurang
Liputan6.com · 15 Agustus 2026 pukul 11.02
Harga Emas Antam 15 Agustus 2026 Naik Rp 11.000
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 10.47
Gudang Garam Suntik Ratusan Miliar ke Bandara Ini
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 10.46
Prabowo: S&P hingga Lianhe Akui Fundamental Ekonomi Indonesia Kokoh dan Layak Investasi
Berita terkait
Ekonomi Tumbuh 5,29%, Capaian Positif di Tengah Gejolak Dunia
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 12.17
BI Proyeksi Ekonomi RI Bisa Tumbuh hingga 5,7% di 2026
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 09.34
Mendag Bantah Gerai Ritel Tutup Gara-gara Daya Beli Lesu
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 21.19
Ekonomi RI Tumbuh 5,29%, Manufaktur dan Investasi Makin Bergairah
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 19.50