Strategi Bank Indonesia Jaga Kestabilan Rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/2053635/original/071518800_1522820303-20180404-BI-MER-AB2a.jpg)
Bank Indonesia (BI) terus memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI, Erwin Gunawan Hutapea, menyatakan optimalisasi bauran kebijakan moneter ditingkatkan, tidak hanya mengandalkan suku bunga tetapi juga instrumen lain seperti triple intervention di pasar valas (Spot, NDF, DNDF) dan SRBI yang didukung insentif swap dan DNDF hedging. Strategi ini bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus menarik aliran modal asing. Di sisi lain, BI memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendorong pembiayaan ke sektor prioritas dan mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran guna mendukung pertumbuhan ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 07.16
Rupiah Menanti Nakhoda Baru
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 14.59
BI Perkuat Intervensi dan Atur Penerbitan SRBI demi Jaga Rupiah
ANTARA News · 29 Juli 2026 pukul 09.13
BI jaga stabilitas mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 08.08
Ekonom Apresiasi Langkah BI Pertahankan Suku Bunga
Berita terkait
Di Forum G20, Bank Indonesia Ungkap 3 Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 09.40
Resmi Dilantik Jadi Gubernur BI, Destry Damayanti Usung Prinsip 3I Plus S
JawaPos · 2 September 2026 pukul 19.00
Destry: Stabilitas tetap prioritas BI di tengah ketidakpastian global
ANTARA News · 1 September 2026 pukul 13.03
Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI Rate 5,75%
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 12.18