Mengapa RI Arahkan Kiblat ke Dubai Bangun Pusat Finansial Global?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Komisi XI DPR RI mengacu pada Dubai International Financial Center (DIFC) sebagai model untuk Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Wakil Ketua Komisi XI Mohamad Hekal menjelaskan bahwa DIFC dianggap paling sukses karena telah merubah citra Dubai dari sekadar padang pasir dengan bangunan sederhana menjadi pusat keuangan internasional. Keberhasilan ini bermula ketika Dubai membangun financial center sebagai respons terhadap habisnya cadangan minyak, dengan menggunakan jasa konsultan.
Dampak positif DIFC tidak terbatas pada Dubai, tetapi juga mengubah persepsi terhadap Timur Tengah. Sebelumnya, kawasan ini dianggap kurang aman untuk investasi, namun seiring dengan keberadaan pusat finansial, citranya membaik dan menjadi tujuan investasi global. Mengikuti jejak ini, pemerintah Indonesia sedang merancang PFII, dengan DPR telah menetapkan UU PFII dalam kurun waktu tiga bulan. Rancangan ini bertujuan untuk mengembangkan sektor keuangan Indonesia dan menarik investasi asing.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 10.04
IHSG Menguat di Awal Perdagangan Hari Ini, Naik 0,31% ke 6.110
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 18.35
Kinerja Solid, Chandra Asri Bukukan Pendapatan USD5,3 Miliar di Semester I 2026
JPNN.com · 29 Juli 2026 pukul 17.58
Pengamat: Penyelesaian Sukuk Pos Indonesia Perkuat Kepercayaan Investor
SINDOnews · 29 Juli 2026 pukul 10.35
IHSG Menguat Tipis Hari Ini, Sektor Keuangan dan Industri Lesu
Berita terkait
Emas vs tabungan bank: Mana yang lebih menguntungkan? Ini faktanya
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 11.35
Gaet Investor Dunia di PFII Jakarta-Bali, Prabowo Siapkan Insentif Pajak hingga Golden Visa
JawaPos · 15 Agustus 2026 pukul 11.18
Kunci Tarik Family Office, Menteri Investasi Tegaskan PFII Harus Independen
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.15
Prabowo Tetapkan Jakarta dan Bali sebagai Lokasi PFII
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 18.13