Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Hilirisasi Jadi Fokus Investasi 2027, Rosan Bidik Sektor Nonmineral

Pemerintah akan memperluas program hilirisasi pada 2027 dengan mendorong investasi di sektor nonmineral—perkebunan, kehutanan, serta minyak dan gas—karena potensi penyerapan tenaga kerja lebih besar. Menurut Menteri Investasi Rosan Roeslani, hilirisasi menyumbang 29,7% (Rp 300,1 triliun) dari total investasi semester I 2026, didominasi sektor mineral (Rp 206,5 triliun). Realisasi investasi nasional periode tersebut mencapai Rp 1.010,6 triliun, tumbuh 7,2% dan menyerap 1,4 juta tenaga kerja langsung.

Target investasi 2027 ditetapkan Rp 2.322 triliun, naik dari target 2026 sebesar Rp 2.041 triliun, sebagai bagian sasaran Rp 13.032 triliun periode 2025–2029. Rosan menekankan setiap rupiah investasi harus menciptakan lapangan kerja berkualitas dan meningkatkan kesejahteraan. Di sisi keuangan, Pusat Keuangan dan Investasi Indonesia (PFII) harus berjalan independen—manajemen, peradilan, hingga pengawasan OJK.

Pemerintah sedang menjajaki dana global, awalnya dari investor dan family office Asia, sementara Eropa dan Timur Tengah masih persiapan. Potensi dana diperkirakan Rp 500 triliun, mayoritas dari family office, dengan Dubai sebagai sumber potensial besar. Kerangka kerja Dubai International Financial Centre (DIFC) dijadikan referensi regulasi PFII.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait