Menguji Ketahanan Energi RI saat Dua Jalur Pasokan Global Bermasalah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketahanan energi Indonesia tengah menghadapi ujian pasca gangguan pasokan minyak global. Konflik Timur Tengah dan serangan di Rusia mengurangi pasokan minyak mentah, sementara sanksi AS terhadap Rusia memperparah situasi. Pengamat Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai stok operasional BBM RI cukup aman untuk gangguan jangka pendek (21 hari), namun tidak struktural jika gangguan berlanggar panjang. Harga keekonomian BBM diproyeksikan naik 18-26 persen, menyebabkan kompensasi Pertalite meningkat dari Rp5.000 menjadi Rp6.600 per liter. Wilayah Indonesia Timur paling rentan dampak. Program biodiesel B50 memberi kontribusi, tetapi belum cukup sebagai solusi utama. Pengamat Universitas Andalas Syafruddin Karimi menekankan pentingnya diversifikasi pasokan ke AS, Afrika Barat, Amerika Latin, serta percepatan Cadangan Penyangga Energi (CPE) nasional. Bioetanol E20 masih dalam tahap awal implementasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 12.10
Bukan Barang Baru, BBM Campur Etanol 100% Sudah Ada di Negara Ini
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 13.35
Biodiesel Perkuat Posisi Indonesia dalam Ketahanan Energi Global
Berita terkait
Bahlil Beber Alasan Prabowo Mau Buat Bensin dari Batu Bara
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 20.37
Bahlil siap laksanakan arahan Presiden ubah batu bara jadi bensin
ANTARA News · 21 September 2026 pukul 14.01
Indonesia Kembangkan BBM dari Batu Bara, China Sudah Lebih Dulu
CNN Indonesia · 20 September 2026 pukul 22.15
Usai B50, Prabowo Perintahkan Bahlil Produksi E50
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 12.46