Jakarta · Rabu, 23 September 2026Cari
WargaKonoha

Bukan Barang Baru, BBM Campur Etanol 100% Sudah Ada di Negara Ini

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mengkaji pengembangan bahan baku bioetanol dengan kandungan 50% (E50) sebagai langkah memperkuat ketahanan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa penggunaan bioetanol sudah menjadi praktik umum di negara seperti Brasil yang menggunakan E100 dan sebaglimbah negara bagian Amerika Serikat. Etanol dihasilkan dari tanaman pangan seperti tebu, singkong, dan jagung, yang diproses untuk menghasilkan bahan bakar alternatif. Pengembangan ini juga diharapkan menciptakan lapangan pekerjaan baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah.

Pemerintah menargetkan penghentian impor bensin jika pengembangan bioetanol berbasis tanaman pangan berhasil direalisasikan. Langkah ini mengacu pada keberhasilan Indonesia sebagai pionir dunia dalam penggunaan biodiesel B50. Bahlil menekankan pentingnya memanfaatkan produksi dalam negeri agar kebijakan energi tidak lagi bergantung pada impor dari luar negeri.

Untuk implementasi, Kementerian ESDM bersama Ditjen Migas sedang menyusun roadmap penggunaan bioetanol secara bertahap. Rencananya, pemerintah akan mulai menerapkan E10 pada tahun 2027, diikuti dengan E20 pada tahun 2028, dan kemudian ditingkatkan sesuai kapasitas industri dalam negeri. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebijakan energi berkelanjutan dan tidak hanya bergantung pada impor etanol dari luar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait