Menjawab Tantangan Industri Sawit Berkelanjutan Lewat Ramuan Bibit Super
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Data Oil World mencatat konsumsi minyak nabati dunia tumbuh lebih cepat daripada produksinya, dengan konsumsi naik 2,7% per tahun dibandingkan produksi 2,6%. Indonesia yang memasok 22% minyak nabati global lewat sawit menghadapi tantangan ini karena produksi diprediksi stagnan di 227 juta ton hingga 2050, sementara konsumsi bisa mencapai 365 juta ton pada 2050. Kesenjangan pasokan ini mendorong pencarian solusi tanpa pembukaan lahan baru.
PT Astra Agro Lestari mengembangkan tiga varietas bibit sawit unggul: DxP AAL Lestari, DxP AAL Sejahtera, dan DxP AAL Nirmala. Varietas ini memiliki produktivitas tandan buah segar 30-32 ton per hektare per tahun, rendemen minyak kelapa sawit mentah 26-29%, dan pertumbuhan tinggi yang lambat (39-42 cm per tahun) untuk memudahkan panen serta sex ratio optimal untuk pembentukan tandan buah lebih baik.
Sejak 2023, varietas ini digunakan untuk peremajaan kebun seluas 5.000 hektare per tahun secara bertahap. Pada 2025, diluncurkan varietas generasi baru dengan ketahanan terhadap penyakit Ganoderma, seperti DxP AAL Lestari MRG, yang mampu mencapai produktivitas minyak hingga 9,9 ton per hektare per tahun. Hasil awal menunjukkan performa menggembirakan, meski evaluasi masih berlanjut.
Bagikan
Berita terkait
Meniti Jalan Tengah Industri Sawit Berkelanjutan dari Pangkalan Bun
Detik.com · 31 Juli 2026 pukul 07.05
Penerapan K3 yang Benar Kunci Tingkatkan Loyalitas dan Produktivitas Sawit
JPNN.com · 13 Agustus 2026 pukul 01.20
Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi Liquidity Hub Aset Kripto
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 10.57
Rp 170 Triliun Tak Lagi Dipakai Impor Solar, B50 Dianggap Berhasil Menghemat Devisa Negara
JawaPos · 16 Agustus 2026 pukul 09.30