Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Meniti Jalan Tengah Industri Sawit Berkelanjutan dari Pangkalan Bun

Industri sawit di Indonesia memicu perdebatan dampak lingkungan, namun sangat vital bagi ekonomi. Pada triwulan I 2026, ekonomi Kalimantan Tengah tumbuh 3,79%, dengan sektor pertanian menyumbang 23%, di mana sawit menjadi subsektor paling dominan. Secara nasional, sawit menyumbang sekitar 4,56% terhadap PDB Indonesia pada 2025, menjadi penyumbang devisa utama dengan ekspor lebih dari US$ 20 miliar per tahun, serta menciptakan sekitar 16,5 juta lapangan kerja secara langsung maupun tidak langsung.

Untuk menjawab tantangan berkelanjutan, perusahaan seperti PT Astra Agro Lestari fokus pada inovasi dan riset, termasuk pengembangan bibit unggul, replanting, penerapan teknologi presisi, dan hilirisasi produk. Lebih dari 80% ekspor sawit kini berupa produk hilir seperti minyak goreng dan biofuel, dengan program biodiesel B20, B30, hingga B50 yang membantu mengurangi impor solar dan menstabilkan harga.

Meskipun demikian, tantangan tetap ada, seperti produktivitas kebun rakyat yang masih rendah, yaitu 3,18 ton per hektar, dibanding kebun negara (4,48 ton per hektar) dan swasta (3,68 ton per hektar), serta masalah legalitas lahan yang belum terselesaikan. Industri sawit harus terus meningkatkan produktivitas melalui intensifikasi dan praktik berkelanjutan tanpa perluasan lahan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait