Menkes Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik, Meski Defisit Rp2 Triliun per Bulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan pemerintah belum memiliki rencana untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan di tengah defisit program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mencapai sekitar Rp2 triliun per bulan. Pemerintah pusat berkomitmen memberikan dukungan penuh untuk menambal kekurangan anggaran tersebut agar tidak membebani masyarakat luas.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengungkapkan bahwa defisit keuangan ini sebagian besar dipicu oleh 54 juta peserta yang tidak aktif membayar iuran. Meskipun cakupan kepesertaan JKN sudah mencapai 285 juta jiwa atau 98,6 persen dari total penduduk Indonesia, tingginya jumlah peserta nonaktif sangat memengaruhi stabilitas arus kas iuran program.
Kondisi defisit semakin tertekan oleh beban pelayanan kesehatan yang mencapai sekitar Rp500 miliar per hari dari dua juta transaksi. Total pengeluaran klaim bulanan mencapai Rp16 triliun, sedangkan iuran yang diterima hanya Rp14 triliun per bulan, menciptakan selisih pembiayaan sebesar Rp2 triliun setiap bulannya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.01
Gempa NTT, DPR Minta Kedaruratan Layanan Kesehatan Diterapkan
Berita terkait
Iuran BPJS Kesehatan Tidak Naik!
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.30
Iuran BPJS Kesehatan Dipastikan Tidak Naik Tahun Depan meski Dijepit Defisit
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 14.27
Pemerintah Pastikan Iuran BPJS Kesehatan Tak Naik di 2027
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 05.20
Menkes Pastikan Belum Ada Rencana Naikkan Iuran BPJS Kesehatan
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 20.43