Gempa NTT, DPR Minta Kedaruratan Layanan Kesehatan Diterapkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan kerusakan fasilitas kesehatan. Dari 190 puskesmas, 122 beroperasi penuh, 49 sebagian, dan 19 belum beroperasi; kerusakan mencakup 11 ringan, 37 sedang, 20 berat. Dari 21 rumah sakit, 16 beroperasi penuh, 4 sebagian, dan 1 belum beroperasi; 6 rusak ringan dan 3 rusak berat.
Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi mendesak penerapan kedaruratan layanan kesehatan karena kondisi mengancam pasien, ibu hamil, bayi, lansia, dan penyakit kronis. Kementerian Kesehatan telah mengerahkan tim manajemen krisis dan Emergency Medical Team, mengaktifkan HEOC di 9 lokasi, serta mengirim bantuan obat, BMHP, emergency kit, tenda, dan oksigen konsentrator. Pengiriman bantuan lanjutan direncanakan pada 16 Agustus 2026.
Ashabul meminta asesmen teknis cepat untuk fasilitas rusak berat dan memastikan bantuan sampai ke masyarakat. Komisi IX DPR RI mendorong pembaruan data berkala dan menjaga sistem rujukan kesehatan meski akses terganggu. Gempa ini menimbulkan 51 korban tewas hingga Minggu (16/8) pukul 14.00 WITA, dan 12% pasokan listrik di daerah terdampak belum pulih.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 14.23
Relawan PMI Keliling Titik Pengungsi Gempa NTT, Sebar Informasi soal RS Lapangan
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 21.24
Penanganan Dampak Gempa NTT, Pemerintah Fokus Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar Masyarakat
Berita terkait
Kemendikdasmen Catat 253 Sekolah Terdampak Gempa NTT, 3 Murid dan 1 Guru Tewas
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 14.32
Pemerintah siapkan dana siap pakai Rp5 triliun untuk tangani bencana
ANTARA News · 17 Agustus 2026 pukul 14.26
Perkuat Penanganan Darurat, Wamensos Serahkan Bantuan Korban Gempa NTT
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 14.22
Putin Ucapkan Selamat HUT Ke-81 RI kepada Presiden Prabowo Subianto
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 14.13