Menkeu siapkan langkah jaga APBN jika harga minyak dunia melonjak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan mengambil langkah untuk menjaga kesinambungan anggaran APBN jika harga minyak dunia meningkat pada 2027. Hal ini disampaikan dalam konteks ketidakpastian geopolitik global yang berpotensi memicu lonjakan harga minyak. Purbaya menekankan bahwa pemerintah telah memiliki pengalaman sebelumnya dalam menghadapi tekanan akibat kenaikan harga minyak, sehingga tidak akan terlalu kaget. Namun, ia tidak merinci kebijakan fiskal spesifik yang akan diterapkan. Dalam RAPBN 2027, pemerintah menggunakan asumsi harga minyak Indonesia (ICP) sebesar 75 dolar AS per barel dengan nilai tukar Rp17.500 per dolar AS, atau sekitar Rp1,31 juta per barel. Asumsi ini lebih tinggi dibandingkan APBN 2026 yang menetapkan ICP 70 dolar AS per barel dengan kurs Rp16.500. Pemerintah juga merencanakan subsidi energi sebesar Rp272,95 triliun pada 2027, meningkat dari Rp227,3 triliun pada proyeksi 2026. Subsidi energi dipengaruhi oleh harga minyak internasional, ICP, nilai tukar, dan kuota energi bersubsidi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 8 September 2026 pukul 08.49
Subsidi Energi RAPBN 2027 Dipangkas Rp 11,4 Triliun, Ini Alasannya
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Mirip Malaria, Bahlil Waspada Subsidi Energi Naik
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 20.09
Subsidi Energi 2027 Bengkak Jadi Rp272,9 Triliun, ESDM Singgung Pelemahan Rupiah
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 15.58
Ekonom Ungkap APBN Butuh Mesin Penerimaan Baru untuk Menjaga Subsidi BBM
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 06.46
Menkeu: Program Kemenkeu upaya jaga APBN sebagai instrumen pembangunan
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 10.36