Menperin Sarmuji Bidik Legacy Besar, Tak Mau Kinerjanya Biasa-Biasa Saja
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyatakan komitmennya untuk meninggakan warisan besar bagi perkembangan industri nasional, bukan sekadar menjalankan tugas rutin. Ia menargetkan langkah-langkah nyata di semua sektor agar industri tumbuh lebih cepat. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 6 persen tidak akan tercapai jika sektor industri tidak tumbuh dengan cukup tinggi. Sarmuji juga menekankan peran penting industri dalam menyerap tenaga kerja, yang jauh lebih besar dibanding sektor lain.
Sarmuji mempertanyakan relevansi Kemenperin jika industri tetap bisa berjalan tanpa keberadaannya. Ia menilai keberadaan kementerian harus memberikan nilai tambah dan menjadi faktor akseleratif bagi industri di bawah pembinaannya. Untuk mencapai targetnya, Sarmuji mendukung koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Perdagangan, Pertanian, dan Keuangan.
Salah satu isu yang disorotnya adalah kebijakan impor yang terbuka tanpa batas. Sarmuji khawatir hal ini dapat membuat industri dalam negeri kesulitan bertahan. Ia menekankan pentingnya kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kebijakan impor tidak merugikan industri lokal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 5 Oktober 2026 pukul 07.25
Bocoran Kondisi Ekonomi RI Memasuki Kuartal IV-2026
Berita terkait
Didik Rachbini: Ekonomi Sulit Tumbuh 7-8 Persen Jika Industri Tak Berubah
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 22.16
PR Besar Menperin Baru Genjot Industri Jadi Mesin Ekonomi
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 21.36
Purbaya Minta Dampak FTA Dianalisis, Petakan Sektor Lemah dan Industri Berprospek
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 20.00
Purbaya Ungkap Insentif Motor Listrik Turun Jadi Rp3 Juta per Unit
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 19.44