Jakarta · Kamis, 1 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

PR Besar Menperin Baru Genjot Industri Jadi Mesin Ekonomi

Menteri Perindustrian baru, Muhammad Sarmuji, menghadapi tantangan besar untuk memulihkan kinerja industri yang terus menurun. Pertumbuhan sektor industri merosot dari 5,48% pada kuartal II-2025 menjadi 4,5% pada kuartal II-2026. Menurut Didik J Rachbini, rektor Universitas Paramadina, kondisi ini menghambat pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6% hingga 8%.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), kontribusi manufaktur terhadap PDB ditargetkan naik dari 18,67% menjadi 21,9% pada 2029, sementara pertumbuhan ekonomi dituju pada 8%. Namun, target ini sulit tercapai tanpa perubahan kebijakan industri. Didik menyoroti PMI manufaktur yang fluktuatif, sempat turun hingga 46,9 pada Juni 2026 sebelum pulih ke 52,4 pada September 2026.

Dengan bobot industri sekitar 19% dalam PDB dan pertumbuhan hanya 4,5%, kontribusi sektor ini hanya 0,86% terhadap pertumbuhan ekonomi. Didik menekankan perlunya perubahan strategi kebijakan, bukan menggunakan pendekatan lama yang dinilainya justru melemahkan industri. Tanpa inovasi kebijakan, target pertumbuhan ekonomi 7-8% tidak realistis.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait