Didik Rachbini: Ekonomi Sulit Tumbuh 7-8 Persen Jika Industri Tak Berubah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menurut ekonom Rizal Ramli, pertumbuhan ekonomi Indonesia sulit mencapai 7-8 persen per tahun jika industri manufaktur tidak mengalami transformasi signifikan. Ia menekankan bahwa sektor ini perlu meningkatkan nilai tambah melalui inovasi dan produktivitas, bukan hanya bergantung pada ekspor bahan mentah. Tanpa perubahan struktural, ekonomi akan tetap terhambat pada pertumbuhan moderat. Rizal juga menyoroti pentingnya kebijakan pemerintah yang mendukung industri lokal agar dapat bersaing di pasar global. Ia mengusulkan agar pemerintah memberikan insentif pajak dan akses keuangan yang lebih mudah bagi perusahaan manufaktur yang berinvestasi dalam teknologi dan pelatihan karyawan. Dengan demikian, sektor industri dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan yang berkelanjutan. Rizal menegaskan bahwa tanpa langkah nyata dalam transformasi industri, target pertumbuhan ekonomi nasional akan kesulitan tercapai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 21.36
PR Besar Menperin Baru Genjot Industri Jadi Mesin Ekonomi
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 20.48
Sarmuji Resmi Jadi Menperin, Bidik Industri Padat Karya Jadi Pengungkit Ekonomi
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 17.42
Mendadak Ditunjuk Prabowo Jadi Menperin Baru, Sarmuji: Tugas Berat
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 09.29
Bamsoet dan Menko Polkam Tekankan Keamanan Berusaha untuk Perkuat Ekonomi
Berita terkait
Apindo Soroti Merosotnya Kontribusi Manufaktur ke PDB RI
CNN Indonesia · 26 September 2026 pukul 10.10
Ekonomi RI Tumbuh 5,45%, Inflasi 3,19%, DPR Kumpulkan Kemenkeu-BI-OJK-Danantara
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.58
Video: Kinerja Sektor Manufaktur Tertekan, Pengusaha Ungkap Sebabnya
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 11.32
Ekonomi RI Belum Lari Kencang, Purbaya Pastikan Indonesia Bebas dari Kutukan Pertumbuhan 5%
SINDOnews · 8 September 2026 pukul 17.06