Kekeringan di Tasikmalaya, 4.000 Hektare Lahan Pertanian Gagal Tanam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kekeringan ekstrem akibat musim kemarau dan fenomena El Nino telah menyebabkan gagal tanam di lahan pertanian Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Sebanyak 4.000 hektare lahan tidak dapat ditanami karena ketiadaan pasokan air. Di Kota Tasikmalaya saja, 1.850 hektare lahan yang tersebar di beberapa kecamatan dipastikan gagal tanam.
Kondisi diperparah oleh proyek perbaikan aliran Sungai Cikunteun yang dilakukan bersamaan dengan musim kemarau, sehingga distribusi air ke sawah terhenti total. Debit air di Situ Gede dan Situ Cibeureum juga menyusut drastis. Petani seperti Hanhan dan Suhendar mengungkapkan bahwa mereka terpaksa membiarkan lahan terbengkalai karena tanah mengeras dan suplai air terputus. Di wilayah Suhendar, tercatat 2.150 hektare lahan mengalami gagal tanam hingga gagal panen.
Meskipun demikian, masih ada sekitar 1.500 hektare lahan yang terancam namun berpotensi diselamatkan jika dilakukan langkah hilirisasi air secara cepat. Para petani berharap pemerintah segera memberikan solusi jangka pendek untuk mencegah dampak kekeringan semakin meluas dan mengancam ketahanan pangan daerah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 17.52
Nge-Prompt AI Sedot Triliunan Liter Air, Bikin Sejumlah Daerah Kekeringan
Berita terkait
Krisis Air di Tasikmalaya Meluas, BPBD Pasok 437 Ribu Liter Air Bersih
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 16.15
Strategi Menteri Dody Hanggodo Tangkal Bencana Kekeringan
JPNN.com · 1 Agustus 2026 pukul 18.12
Atasi Bencana Kekeringan, Menteri Dody Siagakan Sumur Bor hingga Bendungan
SINDOnews · 1 Agustus 2026 pukul 17.41
Dipanggil Prabowo Kemarin, Apa Titah Presiden ke Amran?
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 04.15