Merek Besar AS Mulai Redup di China, Nike hingga Ford Tak Selaris Dulu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejumlah merek besar asal Amerika Serikat (AS) seperti Nike, Starbucks, dan General Motors (GM) mengalami penurunan bisnis di pasar China dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini disebabkan oleh perubahan preferensi konsumen, ketegangan geopolitik AS-China, serta meningkatnya persaingan dari merek lokal yang lebih cepat berinovasi dan memiliki jaringan distribusi yang kuat. China dulu menjadi pasar yang sangat menarik bagi perusahaan AS karena populasi lebih dari 1,4 miliar jiwa dan peluang pertumbuhan yang besar. Namun, banyak perusahaan AS belum cukup menyesuaikan produk dan strategi mereka dengan kebutuhan konsumen China, sehingga kesulitan mempertahankan pangsa pasar.
Bagikan
Berita terkait
"Raja Sepatu" Nike Kini Mulai Bangkrut? Penjualan Anjlok Tajam
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 09.40
Kemlu China Respons AS: Kerja Sama China dan Iran Tak Boleh Diganggu
Detik.com · 25 Agustus 2026 pukul 19.07
China Tegaskan Kerja Samanya dengan Iran Patuhi Hukum Internasional
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 17.27
6 Keunggulan HGV, Senjata Unik China yang Tak Dimiliki Negara Lain
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 15.30