"Raja Sepatu" Nike Kini Mulai Bangkrut? Penjualan Anjlok Tajam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nike mengalami penurunan signifikan di China, dengan penjualan yang turun selama delapan kuartal berturut-turut dan bisnis menyusut 30% sejak 2021. Pendapatan tahunan Nike di China jatuh ke level terendah dalam delapan tahun hingga akhir Mei, meskipun pasar pakaian olahraga China tumbuh 51% dalam lima tahun terakhir. Nike, yang dulu mencatat rekor pendapatan US$8,29 miliar pada tahun fiskal 2021, kini menghadapi tantangan besar di pasar yang sedang berkembang pesat.
Penyebab utama adalah perubahan perilaku konsumen muda China yang semakin memilih merek lokal seperti Anta dan Li-Ning melalui gerakan 'China Chic'. Nike dianggap kurang relevan dan inovatif, sementara merek lokal menawarkan produk berkualitas dengan strategi pemasaran agresif. Merek internasional lain seperti Adidas dan Lululemon berhasil tumbuh dengan pendekatan lebih lokal, sementara Nike masih bergantung pada desain dari kantor pusat di AS.
Nike berusaha memperbaiki dengan meluncurkan koleksi gaya hidup lokal dan menunjuk wakil presiden untuk produk khusus China. Namun, upaya menyederhanakan distribusi dengan menutup toko online distributor diperkirakan dapat mengurangi pendapatan hingga US$1 miliar per tahun. Perusahaan tetap optimis untuk pemulihan, tetapi analis menilai masalahnya lebih dalam dari sekadar perlambatan ekonomi.
Bagikan
Berita terkait
Lukisan Cadas Berusia 2.000 Tahun Ini Diduga Digambar Pakai Darah Manusia
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 05.45
Tak Sekadar Diskon, Reward Jadi Cara Ritel Pertahankan Pelanggan
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 03.42
Penjualan Kendaraan Energi Baru China Tembus 60 Persen pada Juli
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 00.05
Pengadilan AS Minta Penempatan DJI di Daftar Hitam Pentagon Ditinjau Ulang
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 21.30