Kemlu China Respons AS: Kerja Sama China dan Iran Tak Boleh Diganggu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat mengancam menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran sambil mendesak negara-negara bergabung mengisolasinya secara ekonomi. China menolak tegas sanksi sepihak AS dan menegaskan kerja sama dengan Iran tidak boleh dicampuri. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menyatakan kerja sama Tiongkok-Iran dilakukan dalam kerangka hukum internasional serta menekankan pentingnya melindungi hak dan kepentingan negara sendiri. China memperingatkan bahwa perang ekonomi dan tekanan maksimum tidak akan menyelesaikan konflik, melainkan hanya memperparah ketegangan. Terdapat laporan bahwa Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menunda penerapan sanksi besar bernama 'Economic D-Day' meski tetap mengancam negara yang masih menjalin hubungan ekonomi dengan Iran. Sanksi yang diancam mencakup hukuman terhadap sektor-sektor seperti aset digital, teknologi, dan pelayaran. Iran telah bertahan menghadapi sanksi selama beberapa dekade dengan memanfaatkan jaringan keuangan internasional yang rumit untuk menghindari pembatasan, dan salah satu mitra utama ekspornya adalah Tiongkok sebagai pembeli utama minyak Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 17.27
China Tegaskan Kerja Samanya dengan Iran Patuhi Hukum Internasional
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 13.05
AS Ancam Bakal Sanksi China jika Berbisnis dengan Iran
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 12.00
Amerika Serikat Peringatkan China soal Sanksi Jika Tetap Berbisnis dengan Iran
VOI · 25 Agustus 2026 pukul 19.31
AS Ancam Sanksi China Jika Nekat Berbisnis dengan Iran
Berita terkait
Iran Ancam Negara yang Ikut Sanksi AS: Akan Kami Anggap Musuh
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 14.15
AS Beberkan Rencana Isolasi Ekonomi Iran Pekan Depan, China Terancam Jadi Sasaran
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 19.24
China Tak akan Tunduk pada Tekanan AS untuk Berhenti Beli Minyak Iran
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 19.31
AS Desak China Soal Isolasi Ekonomi Iran: Dukung atau Lawan Kami?
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 12.32