Miliarder Arab Saudi Beli Saham Produsen Kendaraan Listrik Lucid Rp 2,34 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1762281/original/038883500_1510029393-Pangeran-Arab-Saudi1.jpg)
Pangeran Alwaleed bin Talal Al Saud, miliarder Arab Saudi, mengakuisisi saham Lucid Group Inc. senilai US$ 129,5 juta atau Rp 2,34 triliun, setara dengan 5% kepemilikan. Pembelian ini dilakukan saat harga saham Lucid sedang turun dan dianggap sebagai bentuk kepercayaan bagi produsen kendaraan listrik tersebut.
Investasi ini menyusul masa-masa sulit bagi Lucid, yang menepis rumor kebangkrutan pada Juli 2026 namun menunjuk penasihat restrukturisasi, memicu anjloknya harga saham hingga 57% dalam satu hari. Meskipun saham sempat pulih sekitar 45%, perusahaan masih merugi. Saudi Public Investment Fund (PIF) sebagai pemegang saham terbesar dengan 45,4% telah menginvestasikan lebih dari US$ 9 miliar ke Lucid.
Alwaleed, yang memiliki kekayaan US$ 24,2 miliar, membeli saham saat nilai pasar Lucid di bawah US$ 2 miliar. Langkah ini mendukung rencana Visi 2030 Arab Saudi untuk transformasi ekonomi. Lucid, berbasis di California, sedang memangkas biaya dan berencana meluncurkan platform kendaraan ukuran menengah demi profitabilitas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 16.45
Pabrik Mobil Listrik Mau Bangkrut Selamat Berkat Duit Pangeran
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 16.41
IHSG Semringah Sambut Akhir Pekan, Hari Ini Ditutup Menguat ke 6.236
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 19.30
Arab Saudi Disebut Lagi Dilema, MBS Terjepit-Stabilitas Terancam
CNBC Indonesia · 30 Juli 2026 pukul 16.55
IHSG Ditutup Naik 1,56%, Menuju Level 6.200
Berita terkait
Breaking News! IHSG Lanjut Menguat, Naik 1,33%
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.50
Ditopang Reli Teknologi, Bursa Asia Kompak Dibuka Menguat
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 08.39
IHSG melesat dipicu aksi "bargain hunting" investor pasca koreksi
JawaPos · 13 Agustus 2026 pukul 03.40
Membaca Posisi Arab Saudi Sebagai ''New Regional Power''
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 10.08