Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

'Negara Blok M' dan Jurus MRT Beri Nyawa Baru Sebuah Kawasan

Kawasan Blok M di Jakarta Selatan telah mengalami transformasi signifikan berkat pendekatan placemaking dari PT MRT Jakarta. Dulunya sepi dengan hanya sekitar 400 pengunjung per hari, kini kawasan ini diresapi 40.000 orang pada hari kerja dan 60.000 hingga 90.000 orang pada akhir pekan atau saat ada acara besar. MRT tidak hanya membangun stasiun MRT, tetapi juga mengembangkan kawasan sekitarnya menjadi 'ruang ketiga'—tempat di luar rumah dan kantor—dengan berbagai aktivitas seperti kedai kopi, toko vinyl, komunitas, hingga pertunjungan musik. Tujuannya adalah menciptakan 'sense of place' atau ikatan emosional antara warga dan kawasan.

Samuel Ryan Pradipta, Division Head Business Planning and Expansion Division MRT Jakarta, menjelaskan bahwa placemaking melibatkan empat unsur: akses dan keterhubungan, kenyamanan dan citra, aktivitas, serta interaksi sosial. Blok M dikembangkan dengan tema 'urban youth hub' sekaligus ruang nostalgia, sehingga berbagai kalangan—dari anak muda hingga generasi yang lebih tua—dapat merasakan keterikatannya. Tenant dan acara di Blok M dikurasi agar tidak seragam, mencerminkan kebutuhan dan selera yang beragam.

Pendekatan serupa juga direncanakan untuk kawasan lain seperti Kota Tua, Dukuh Atas, dan Manggarai. Pemprov DKI Jakarta mendukung inisiatif ini sebagai bagian dari penataan kawasan yang hidup, nyaman, dan inklusif. Menurut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Marulina Dewi, pengembangan kawasan harus berdasarkan identitas dan potensi yang sudah ada, bukan menciptakan sesuatu yang baru secara paksa. Placemaking diharapkan tidak hanya meningkatkan transaksi, tetapi juga membangun modal sosial dan kreativitas warga kota.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait