Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Nepal Butuh Rp 88 T untuk Pulihkan Infrastruktur usai Banjir Bandang

Pemerintah Nepal perkiraan membutuhkan USD 4-5 miliar (Rp 70,4 triliun-Rp 88 triliun) untuk membangun kembali infrastruktur pasca banjir bandang di Agustus 2024. Banjir menghanyutkan jembatan, jalan, dan pembangkit listrik tenaga air di wilayah perbatasan dengan China, menewaskan 469 orang dan menghilang 1.200 orang. Biaya rekonstruksi ini lebih rendah daripada banjir 2015 yang mengharuskan USD 9 miliar (Rp 159,8 triliun) pasca gempa bumi magnitudo 7,8 yang menewaskan 9.000 orang. Ekonomi Nepal tergantung remitansi, pariwisata, dan energi hidro, dengan pembangkit listrik menyumbang lebih dari 12% kapasitas nasional. Miliarder Binod Chaudhary memperkirakan biaya rehabilitasi mencapai USD 5 miliar (Rp 88,8 triliun) atau 11% PKB, sementara Chaudhary Group telah menyelenggarakan pusat rehabilitasi dan mendukung pemulihan infrastruktur serta ekonomi lokal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait