Update Terkini Banjir Bandang Nepal: Korban Bertambah-Ada Bahaya Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banjir bandang di kawasan Himalaya Nepal-China pada 28 Agustus 2026 menewaskan 579 orang di Nepal dan 7 orang di Tibet, China. Gletser runtuh memicu aliran batu, es, dan lumpur yang menghancurkan sungai. Hingga Jumat, 1.924 orang di Nepal dan 558 orang di Tibet masih dianggap hilang, termasuk 540 warga asing, terutama peziarah Hindu India. Tim penyelamat China berhasil mencapai Gyirong setelah melintasi hutan dan tebing terjal, menemukan reruntuh hampir seluruh wilayah. Lebih dari 90.000 orang terdampak, dengan dua danau alami yang masih berbahaya. Pemerintah China meminta perkuat pemantauan danau glasial dan kerja sama internasional. UN memperkirakan 20.000 rumah tangga butuh bantuan pangan dan 50.000 orang butuh air bersih.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 22.34
Nepal selamatkan 121 turis asing dari bencana banjir
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.31
Seluk-Beluk Banjir Bandang Dahsyat di Nepal
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 17.53
Lebih dari 270 Orang Tewas, Hampir 1.400 Hilang Usai Banjir Nepal
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.15
Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi 'Bom Air' dari Proyek China
Berita terkait
Update Banjir Bandang Nepal: Peringatan Baru, 2 Danau Terancam Jebol
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 06.05
Satelit Radar China Jepret Tajam Lokasi Gletser Nepal Runtuh
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 09.30
Palang Merah: Trauma Banjir Nepal Sangat Berat, 93.000 Orang Terdampak
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 06.23
Runtuhnya Gletser Nepal Diduga Picu Bencana Banjir Bandang
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 23.19